Pandeglang, JMM News – Acara kenaikan kelas 1 – 5 dan pelepasan siswa siswi kelas 6 di tingkat sekolah dasar, menengah dan atas adalah agenda tahunan pada kalender pendidikan tahun pelajaran 2024 – 2025.
Namun berkenaan dengan situsi dan kondisi nasional saat ini yang sedang menggalakan aksi kerja dengan efisiensi penggunaan anggaran menjadi kendala pada kegiatan tersebut.
Kendala itu berupa instruksi dari pada kebijakan pemerintah Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten. Tidak diperbolehkan sekolah – sekolah mengadakan perayaan kenaikan kelas dan pelepasan siswa siswi kelas akhir (acara perpisahan, Red) dengan perayaan yang meriah.
Meskipun alasan larangan itu sulit untuk difahami, tapi sekolah – sekolah terutama sekolah negeri wajib mematuhi setiap instruksi dari kebijakan pemerintah.


Pantauan JMM NEWS di Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Rabu (18/6/2025).
Di SD Negeri Cikadu 01 dan SD Negeri Manglid 02 Perayaan kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas akhir tahun pelajaran 2024 -2025 tetap berjalan seperti kebiasaannya, seperti pada tahun – tahun terdahulu yang selalu meriah.
Menurut sumber informasi pihak sekolah tersebut, hal itu berlangsung secara spontan saja. Masyarakat setempat yang merupakan keluarga orang tua siswa siswi pada berdatangan dengan membawa perbekalan berupa aneka makanan dan minuman yang cukup.
Juga yang mungkin sudah merupakan tradisi yang turun temurun adalah mengapresiasi putra putrinya yang berbakat di pentas seni, naik kelas dan telah lulus mengekspresikannya dengan uang saweran.


Pada sisi lain, ada juga tampak pemandangan yang cukup ironis. Para pengunjung tampak seperti terlantar, tak ada tempat duduk. Karena pihak sekolah memang tidak menyiapkan fasilitas sebagai layaknya persiapan kenaikan kelas, seperti membuat tenda dan menyiapkan kursi-kursi dalam kapasitas besar yang diperuntukan acara perayaan kenaikan kelas dan pelepasan siswa siswi kelas akhir.
Persiapan pihak sekolah hanya akan membagikan raport dan pelepasan siswa kelas akhir yang disiapkan di dalam ruang kelas, tanpa hiasan dekorasi.
Ketua PGRI Wilayah Cabang Kecamatan Cibitung Asep Saprudin mengatakan dalam kesempatan pidato sambutannya, “kegiatan kenaikan kelas ini ternyata meriah walaupun telah diumumkan tidak ada perayaan seperti biasanya,” kata Asep.
“Semarak kemeriahan tampak dari ekspresi dan antusias warga yang sama sekali tidak berbeda dengan waktu kenaikan kelas pada tahun lalu,” tegasnya.
Dikatakan Asep lebih lanjut, “karena situasi dan kondisi saat ini yang harus kita maklumi bersama, pemerintah pusat hingga daerah sedang menggalakan aksi kerja dengan efisensi penggunaan anggaran, jadi saya selaku ketua PGRI Kecamatan Cibitung menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat, terutama pada semuanya yang hadir dalam kesempatan ini, kami hanya mampu melakukan kegiatan dengan keadaan yang sebagaimana adanya,” ungkap Asep.
Sementara Kepala SD Negeri Cikadu 01 H. Aik Moh. Tasrik dalam pidato sambutannya mengatakan, “atas situasi dan kondisi keterbatasan ini pihak sekolah mohon maaf tidak dapat memberikan persiapan yang lebih baik, tentu kamipun faham jika situasi dan kondisi kenaikan kelas tahun ini tidak sesuai dengan keinginan kita bersama,” ungkap H Aik. []
Redaksi.





