Pendapat Interpretatif Saprudin Muhamad Suhaemi
Menyimak pernyataan keterangan Pers ASDA II Pemerintah Kabupaten Pandeglang Hj. Nuriyah kepada media Buser News Nasional (BNN), sebagaimana berita bertajuk “Asisten Daerah Tingkat Dua Pandeglang (ASDA.2) Tinjau CV. Gari Setiawan Makmur” pada edisi terbitan hari Rabu (28/5/2025).
Berikut cuplikan beritanya:
” … Asisten Daerah Tingkat Dua Pandeglang Mengatakan Waktu di wawancarai Media BNN BuserNews Nasional Pandeglang” Disekitar lokasi kandang sapi CV,Gari setiawan Makmur yang berlokasi di Kampung Cijango Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, Banten. bahwa sekitar lokasi kandang sapi yang di isu kan masyarakat yang terkena dampak amdal yang sebenarnya lokasi tersebut tidak bau melainkan hanya ada aroma kering ungkap Asda dua pandeglang” jadi yang di isuka masyarakat sekitar itu tidak benar,karena masyarakat sekitar tidak tau keberadaan dalam lokasi kandang sapi CV,Gari Setiawan Makmur ungkap Asda Dua Pandeglang
Masih dari Asda Dua Pandeglang”bahkan yang di isukan oleh masyarakat sekitar lokasi melalui beberapa media itu tidak benar dan tidak sesuai dengan pakta dan bukti ,karena saya sendiri sudah melihat dan survei langsung ke kandan tersebut ,saya tidak merasakan bau samasekali dan lalat pun tidak ada dan tempat lokasi kandang tersebut bersih,pembuatan Intalasi penampungan Air Limbah(IPAL) masih dalam proses katanya …”

Tampak tumpukan limbah kotoran sapi CV Gari Setiawan Makmur (CV GSM) diduga dibuang di sembarangan tempat, berpotensi mencemari lingkungan, resapan air mengalir ke hulu sungai yang di hilirnya dipergunakan keperluan rumah tangga warga. Lokasi Banjarsari, Kecamatan Sobang. Kamis (29/5/2025).
Foto Liputan Investigasi: Saprudin.
Terus terang selaku praktisi pers yang sudah lebih 25 tahun menjalankan kiprah keaktivisan di bidang pers saya perlu waktu cukup lama (lebih dari 1×24 jam) untuk berpikir. Bukan karena bingung mau mengatakan apa jika saya harus bicara mengomentari, tapi memikirkan ada tendensi apa dibalik pernyataan keterangan pers seorang pejabat publik yang menurut saya sangat tak patut, terkesan asal ngomong, jauh dari bijaksana.
Secara logikanya ASDA (Asisten Daerah) adalah pejabat teras di jajaran Pemerintahan Kabupaten Pandeglang yang harus menjunjung sikap dan prilaku sebagai duta daerah, di mana sikap dan prilaku itu harus lekat dan tidak dapat dipisahkan dari kewibawaan dan dedikasinya dalam menjalankan kewajiban tugas selaku abdi negara. Harus diingat, Aparatur Pemerintah yang harus mendengar, menampung dan menyalurkan aspirasi rakyat dan memberikan solusinya demi terpenuhi rasa keadilan di tengah situasi protes masyarakat yang merasa terganggu oleh dampak AMDAL perusahaan peternakan/penggemukan sapi CV. Gari Setiawan Makmur (CV. GSM).
Protes masyarakat telah menempuh cara-cara yang sah menurut mekanisme hak konstitusional warga negara. Menuntut hak hidup di lingkungan yang sehat, bebas dari kerusakan dan pencemaran udara. Tidak dengan cara arogansi, tapi secara terhormat telah menyurati pemerintah selaku pihak yang paling bertanggung jawab dan berkewajiban untuk memenuhi hak-hak dasar rakyat penuntutut keadilan tersebut.
Ironisnya, sikap dan prilaku Ibu Hj. Nuriyah, pejabat teras Pemerintah Kabupaten Pandeglang ASDA II yang terhormat, bagi saya sikap dan prilaku Anda sungguh menggelikan.
Hanya karena Anda telah berkunjung ke lokasi CV GSM (menurut Anda) tak ada mencium bau kotoran sapi dan tak ada lalat, lantas Anda dengan enteng dan lantang menuding: “… yang protes, berteriak bau kotoran sapi di luar sana tidak benar, pemberitaan media tidak benar, faktanya saya disini tidak ada mencium bau kotoran sapi sama sekali, pekerjaan ditangani dengan profesional…” begitu kan Kata Anda? Juga mengatakan “Masih tidak percaya kepada ASDA?”
Jawaban saya, tentu kami percaya kepada Ibu ASDA II.
Pertama: Ibu ASDA II seorang pejabat yang terhormat yang selalu dihormati di mana-mana, terlebih dalam setiap kesempatan kunjungan kerja di manapun di Kabupaten Pandeglang khususnya. Karena Faktanya hari ini di Pandeglang masih menganut adat budaya ABIS (Asal Bapak/Ibu Senang) sehingga kunjungan ke lokasi yang (mungkin dan saya sangat meyakini) sebenarnya lokasi yang bau kotoran sapi disulap menjadi tidak bau, demi untuk menyenangkan ibu. Karena kenyataan yang sebaliknya terjadi pada diri saya, keesokan harinya saya ke lingkungan CV GSM, saya benar-benar mabok akibat bau kotoran sapi yang menyengat itu. Ini fakta lain dari pada fakta yang Ibu ASDA II alami.
Kedua: Keterangan Ibu Hj. Nuriyah ASDA II, yang telah lantang menuding “bagi yang di luar sana mengatakan bau kotoran sapi menyengat itu tidak benar. Pemberitaan media terkait bau kotoran sapi juga tidak benar”, timbulah asumsi dalam pikiran dan perkiraan saya semua ini sangat mungkin ada hubungannya dengan isu telah terjadi serah terima Stopmap warna biru yang di dalamnya berisi amplop warna putih berisi uang ratusan ribu rupiah (disebut sumber informasi dalam jumlah yang banyak, diperkirakan Rp. 20 juta), menurut informasi dari sejumlah wartawan, stopmap warna biru itu Anda yang menerimanya di Kantor Desa Mekarsari, Panimbang, Selasa (27/5/2025). Saya cukup yakin pada pernyataan keterangan sumber informasi yang disampaikan pada kami. Sepertinya isu stopmap warna biru itu benar-benar bukan sekedar isu.
Mengenai pemberitaan media yang telah memberitakan ada gejolak protes masyarakat terhadap pengaruh dampak AMDAL CV. GSM, “ada bau kotoran sapi yang menyengat” kata Ibu ASDA II itu tidak benar. Mohon maaf, dalam hal ini, menurut saya, tentu Ibu Hj. Nuriyah selaku Pejabat Teras Pemerintah Kabupaten Pandeglang ASDA II yang sangat tidak benar.
ASDA II asal ngomong, tampa dipikir kemungkinannya lebih jauh. Pernyataan keterangan pers ASDA II telah melecehkan aspirasi masyarakat, lembaga dan media. Tentu ini sebagai fakta yang tidak terbantahkan, Hj. Nuriyah sebagai pigur pejabat publik yang memiliki peran penting dalam pengambilan keputusan kebijakan Pemerintah Kabupaten Pandeglang (pejabat teras) sepertinya sama sekali tidak memikirkan bagaimana aspirasi dan kepentingan rakyat Kabupaten Pandeglang.
Tuduhan yang sangat serius kepada pers dengan diksi Pemberitaan media tidak benar. Kenyataannya kami telah menjalankan tugas profesi sebaik-baiknya dengan menjunjung prinsip Mission Pers, kinerja kami dapat dipertanggung jawabkan secara profesi, hukum dan moralitas. Kami ada bukti-buktinya. Bahkan saya selaku Pemimpin Redaksi JMM News turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi dari masyarakat, melakukan investigasi langsung, karena sudah terukur skala permasalahannya. Sehingga saya cukup faham benar kenapa ASDA II bersikap seperti itu.
Yang hendak saya tegaskan kepada Ibu Hj. Nuriyah ASDA II pejabat teras di Pemerintahan Kabupaten Pandeglang, kami media JMM News telah memberitakan sesuai fakta sebagaimana kami mendengar, melihat, menyimpulkan, menulis dan menyebarluaskan beritanya untuk kepentingan informasi publik. Kami tidak disuap oleh masyarakat untuk membuat dan menyebarkan berita hoak. []
_____________
Berikut foto tangkapan layar bagian berita dan link berita media online BNN Buser News Nasional:
https://busernewsnasional.com/asisten-daerah-tingkat-dua-pandeglang-asda2tinjau-cv-gari-setiawan-makmur/







