Ujub Jenis Penyakit Hati, Merupakan Perbuatan Syirik dan Dosa Besar

Saprudin Muhamad Suhaemi
Ust. SAPRUDIN MS

” Ujub adalah salah satu bentuk perbuatan syirik kepada Allah SWT.  Ujub dihukumi haram dan perbuatannya merupakan bentuk dosa besar”

Allah SWT telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya. Allah SWT membekali manusia dengan akal budi, hati dan perasaan. Dua anugerah yang tak diberikan Allah SWT kepada tumbuhan dan binatang yang ada di muka bumi ini.

Di antara manusia ada yang ditakdirkan Allah SWT memiliki kelebihan dari manusia yang lain. Kelebihan kecerdasan akal pikiran yang lebih tinggi dari lainnya. Kelebihan kekuatan fisik yang lebih kuat dari lainnya. Kelebihan kemampuan manajerial yang lebih baik dari lainnya. Kelebihan keterampilan tangan yang lebih baik dari lainnya. Dan lain sebagainya.

Namun, bukan kelebihan-kelebihan itu yang menjadi poin penilaian Allah SWT. Karena Allah SWT hanya akan melihat kualitas dan tingkat ketakwaan manusia ketika yaumul hisab kelak.

Salah satu jenis penyakit hati yang dapat menyerang hamba-hamba Allah SWT yang memiliki kelebihan dibanding sesamanya adalah penyakit ujub.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Ujub adalah kondisi ketika seseorang memiliki beberapa kelebihan dibanding orang lain, lalu ia bersikap angkuh dan bangga diri secara berlebihan. Orang ujub adalah orang yang merasa mampu melakukan sesuatu karena kelebihan yang ia miliki. Di waktu bersamaan ia lupa, bahwa hanya Allah SWT saja Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Imam Ibnul Mubarak rahimahullah pernah ditanya tentang apa itu ujub? Beliau menjawab,
أَنْ تَرَى أَنَّ عِنْدَكَ شَيْئًا لَيْسَ عِنْدَ غَيْرِكَ، وَلَا أَعْلَمُ فِي الْمُصَلِّينَ شَيْئًا شَرًّا مِنَ الْعُجْبِ
“Ujub adalah ketika engkau melihat ada kelebihan pada dirimu yang tidak dimiliki orang lain. Dan aku tidak mengetahui keburukan pada orang-orang yang shalat kecuali penyakit ujub.” (Syu’ab al-Iman, Imam al-Baihaqi, No. 7910)

Imam Ibnu Abdis Salam rahimahullah berkata,
الْعُجْبُ فَرْحَةٌ فِي النَّفْسِ بِإِضَافَةِ الْعَمَل إِلَيْهَا وَحَمْدِهَا عَلَيْهِ، مَعَ نِسْيَانِ أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى هُوَ الْمُنْعِمُ بِهِ
“Ujub adalah berbangga diri dan menyanjung-sanjung diri atas keberhasilan yang ia capai, dengan melupakan bahwa Allah lah yang telah memberikan kenikmatan itu.” (Bada-i’ as-Suluk, Muhammad bin al-Azraq al-Andalusi, 1/495)

Ujub adalah penyakit hati. ujub adalah sifat yang tercela dan buruk. Karena ujub adalah salah satu bentuk perbuatan syirik kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, ujub dihukumi haram dan dikategorikan sebagai salah satu bentuk dosa besar.
Allah SWT berfirman,
وَّيَوْمَ حُنَيْنٍۙ اِذْ اَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنْكُمْ شَيْـًٔا
“…dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tidak berguna bagimu.” (QS. At-Tawbah: 25)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
“Ada tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan; sifat kikir yang dituruti, hawa nafsu yang dituruti, takjub terhadap diri sendiri (ujub).” (HR. Al-Bazzar)

Yang harus diwaspadai dari penyakit ujub ini. Penyakit ujub dapat tumbuh melalui apa saja yang ada pada diri seseorang.
Penyakit ujub bisa menyerang orang yang memiliki kelebihan pada fisikalnya. Merasa paling kuat, merasa paling tampan atau paling cantik, merasa paling cakap bicaranya, dan sebagainya.
Penyakit ujub juga dapat menimpa seseorang yang memiliki kelebihan pada akalnya. Merasa paling cerdas. Mèrasa paling maju cara berpikirnya. Merasa paling visioner ide-idenya. Merasa paling bisa mengatasi permasalahan. Merasa paling hebat dalam urusan manajerial.

Orang yang memiliki jalur nasab mulia dalam pandangan masyarakat juga dapat terserang penyakit ini. Merasa paling bangsawan. Merasa paling terhormat karena keturunan pejabat. Merasa paling hebat karena keturunan jenderal. Merasa paling banyak harta karena keturunan konglomerat.

Bagi orang yang memiliki popularitas di kalangan tertentu; para ustadz, para da’i, para tokoh publik, waspadalah, penyakit ujub sangat akan mudah menyerang dalam kondisi seperti ini. Merasa memiliki pengikut yang paling banyak. Merasa dakwahnya paling berhasil dan paling banyak fans-nya. Ini semua adalah bentuk penyakit ujub yang sangat berbahaya.
Dalam al-Quran disebutkan,
وَّكَانَ لَهٗ ثَمَرٌۚ فَقَالَ لِصَاحِبِهٖ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗٓ اَنَا۠ اَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَّاَعَزُّ نَفَرًا
“Dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (QS. Al-Kahfi: 34)

Kiranya merupakan hal yang sangat baik ketika kita setiap hari mengevaluasi diri kita. Kita hitung kesalahan-kesalahan diri kita di waktu sepertiga malam saat shalat tahajud. Sudah berbuat dosa apa kita sepanjang hari ini. Penyakit apa yang menyerang hati kita pada hari ini.

Selain itu, jangan segan-segan untuk selalu dekat dengan para ulama dan ahli ilmu. Jangan segan-segan untuk selalu meminta nasehat dari mereka. Meminta penilaian mereka terhadap diri kita. Barangkali mereka lebih mampu melihat kekurangan diri kita yang tak mampu kita lihat sendiri.

Ikuti nasehat para ulama. Taati ulama selama berada di atas kebaikan dan kebenaran. Sembari kita terus berusaha meningkatkan penguasaan ilmu Islam, mengasah ilmu adab dan akhlak. Menajamkan bashirah, melembutkan hati, dan menjernihkan pikiran.
Semoga kita dimudahkan Allah SWT dalam menempuh jalan kebenaran hingga berakhir hayat dengan hak menempati surga Allah SWT yang agung (husnul khotimah), Amin [.]

___________

Sumber: Kajian Islami

Literatur:  (1) QS. At-Tawbah : 25,  (2) QS. Al-Kahfi : 34. (3) Bada-i’ as-Suluk, Muhammad bin al-Azraq al-Andalusi, 1/495. (4) Syu’ab al-Iman, Imam al-Baihaqi, No. 7910.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *