SAPRUDIN MUHAMAD SUHAEMI
MALAM LAILATUL QADAR. Adalah satu malam yang derajatnya lebih baik dari malam-malam pada seribu bulan. Tak heran jika malam lailatur qadar menjadi buruan para pencari keutamaan ibadah bagi kaum Muslimin, Muslimaat. Malam lailatul qadar diyakini hanya ada dan terjadi pada tiap bulan Ramadhan, di sepanjang waktu hingga akhir zaman, hari kihamat nanti.
Untuk memperkuat wawasan, dasar pengetahuan dan keimanan terhadap kebenaran adanya malam lailatut qadar berikut ini Penulis mencoba sajikan 9 (sembilan) catatan tentang lailatul qadar. Bahasan tentang apa, bagaimana, kapan kemungkinan terjadinya lailatul qadar, tanda-tandanya, dan amalan yang dianjurkan di dalamnya. Untuk menjadi tolak ukur “Apakah hari-hari terakhir Ramadhan kita sudah sesuaikah dengan catatan ini?”.
Pertama: Lailatul qadar masih terus ada hingga hari kiamat.
Kedua: Kita dianjurkan untuk mencari lailatul qadar dan menghidupkan malamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda,
ู ููู ููุงู ู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ุฅููู ูุงููุง ููุงุญูุชูุณูุงุจูุง ุบูููุฑู ูููู ู ูุง ุชูููุฏููู ู ู ููู ุฐูููุจููู
โBarangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.โ (HR. Bukhari, no. 1901)
Ketiga: Lailatul qadar dicari pada malam ganjil dari sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.
Dari Abu Saโid Al-Khudri radhiyallahu โanhu, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ููุงููุชูู ูุณููููุง ููู ุงููุนูุดูุฑู ุงููุฃูููุงุฎูุฑู ููุงููุชูู ูุณููููุง ููู ููููู ููุชูุฑู
โCarilah lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, carilah pada malam-malam ganjil.โ (HR. Bukhari, no. 2027 dan Muslim, no. 1167)
Keempat: Lailatul qadar hanya terbatas pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, yang diharapkan terjadi pada malam ke-21, 23, atau 27. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-21 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari Abu Saโid Al-Khudri. Lailatul qadar bisa terjadi pada malam ke-23 sebagaimana disebutkan riwayatnya dari โAbdullah bin Unais. Dalam hadits โUbadah bin Ash-Shamit, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam memerintahkan untuk mencari lailatul qadar pada malam ke-25, 27, 29. Dalam hadits Muโawiyah disebutkan bahwa lailatul qadar terjadi pada malam ke-27.
Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Bulughul Marom hadits no. 705 menyebutkan hadits Muโawiyah,
ููุนููู ู ูุนูุงููููุฉู ุจููู ุฃูุจูู ุณูููููุงูู ุฑูุถููู ุงููููููู ุนูููููู ูุง, ุนููู ุงูููููุจูููู โ ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู โ ููุงูู ููู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู: โ ููููููุฉู ุณูุจูุนู ููุนูุดูุฑูููู ุฑูููุงูู ุฃูุจูู ุฏูุงููุฏู, ููุงูุฑููุงุฌูุญู ูููููููู
ููููุฏู ุงูุฎูุชููููู ููู ุชูุนููููููููุง ุนูููู ุฃูุฑูุจูุนูููู ููููููุง ุฃูููุฑูุฏูุชูููุง ููู โููุชูุญู ุงูููุจูุงุฑูู
“Dari Muโawiyah bin Abu Sufyan radhiyallahu โanhuma, dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, beliau berkata mengenai lailatul qadar itu terjadi pada malam ke-27. Diriwayatkan oleh Abu Daud. Namun pendapat yang kuat, hadits ini mauquf, yaitu hanya perkataan sahabat. Para ulama berselisih mengenai tanggal pasti lailatul qadar. Ada 24 pendapat dalam masalah ini yang dibawakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari”.
Kelima: Amalan pada malam lailatul qadar adalah:
Memperbanyak doa lailatul qadar: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni”ย ย
Hadits yang membicarakan doa ini adalah sebagai berikut.
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ููุงููุชู ููููุชู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃูุฑูุฃูููุชู ุฅููู ุนูููู ูุชู ุฃูููู ููููููุฉู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ู ูุง ุฃูููููู ูููููุง ููุงูู ูููููู ุงููููููู ูู ุฅูููููู ุนูููููู ุชูุญูุจูู ุงููุนููููู ููุงุนููู ุนููููู
Dari โAisyah radhiyallahu โanha, ia berkata, โAku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, yaitu jika saja aku tahu bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan? Jawab Rasul shallallahu โalaihi wa sallam, โBerdoalah: ALLAHUMMA INNAKA โAFUWWUN TUHIBBUL โAFWA FAโFU โANNII. Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maafโmenghapus kesalahanโ, karenanya maafkanlah akuโhapuslah dosa-dosaku.โ (HR. Tirmidzi, no. 3513 dan Ibnu Majah, no. 3850. Abu โIsa At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan sahih. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sahih)
Memperbanyak shalat pada malam lailatul qadar dan sungguh-sungguh ibadah di dalamnya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu โanhu, dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda,
ู ููู ููุงู ู ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ุฅููู ูุงููุง ููุงุญูุชูุณูุงุจูุง ุบูููุฑู ูููู ู ูุง ุชูููุฏููู ู ู ููู ุฐูููุจููู
โBarangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.โ (HR. Bukhari, no. 1901)
Keenam: Dianjurkan menghidupkan malam lailatul qadar dengan ibadah hingga terbit fajar shubuh. Karena malam tersebut penuh keselamatan dari tenggelam matahari hingga terbit fajar Shubuh. Dalam ayat Al-Qur’an disebutkan;
ุณูููุงู ู ูููู ุญูุชููู ู ูุทูููุนู ุงููููุฌูุฑู
โMalam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.โ (QS. Al-Qadr: 5)
Dalam perkataan Imam Syafiโi yang qadim (yang lama)
ู ููู ุดูููุฏู ุงูุนูุดูุงุกู ูู ุงูุตููุจูุญู ููููููุฉู ุงูููุฏูุฑู ููููุฏู ุฃูุฎูุฐู ุจูุญูุธูููู ู ูููููุง
โSiapa yang menghadiri shalat โIsyaโ dan shalat Shubuh pada malam lailatul qadar, maka ia telah mengambil bagian dari malam tersebut.โ
Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa ini adalah perkataan Imam Syafii yang lama (qaulul qadim), tetapi tidak ada pendapat baru (qoaulul jadiid) yang menyelisihinya atau bersesuaian dengannya. Maka pendapat ini menjadi pendapat madzhab tanpa ada beda pendapat di dalamnya. (Al-Majmuโ, 6:491). Lihat Al-Muโtamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 2:222.
Ketujuh: Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Allah Taโala berfirman,
ููููููุฉู ุงููููุฏูุฑู ุฎูููุฑู ู ููู ุฃููููู ุดูููุฑู
โMalam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.โ (QS. Al-Qadr: 3). Maksudnya adalah ibadah di malam lailatul qadar itu lebih utama dari ibadah di (sepanjang waktu) seribu bulan lainnya yang tidak terdapat lailatul qadar.
Kedelapan: Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily mengatakan, โSiapa saja yang melihat lailatul qadar terjadi, hendaklah ia sembunyikan. Lalu ia berdoa dengan penuh keikhlasan, niat, dan keyakinan untuk kepentingan agama dan dunianya.โ (Al-Muโtamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 2:223)
Kesembilan: Lailatul qadar itu sebenarnya disembunyikan waktunya pada kita agar kita terus bersemangat mencarinya setiap tahunnya agar kita mencarinya pada akhir Ramadhan terutama pada malam-malam ganjil. Tanda lailatul qadar itu adalah malam tersebut tidak begitu panas, tidak begitu dingin, matahari terbit pada pagi harinya dalam keadaan putih tidak terlalu menyorot. (Al-Muโtamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 2:223)
_________
Sumber:
Artikel Rumaysho.Com. Penulisย Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc. Edisi Selasa, 29 Ramadhan 1442 H. – 11 Mei 2021 M. Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul DIY.
Referensi:
Al-Muโtamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii. Cetakan kelima, Tahun 1436 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily. Penerbit Darul Qalam.



