Aktifis PAPS Mengecam Keras Prilaku Arogansi dr. Rifda Nurfadilah, Meninggalkan Pasien Hendak Berobat Merasa Tak Bersalah

Aktifis PAPS, Hatta Suhata

Pandeglang, JMM News — Tokoh aktifis dari organisasi Pergerakan Aktifis Pandeglang Selatan (PAPS) Hatta Suhata angkat bicara. Menanggapai pemberitaan media tentang kasus oknum dr. Rifda Nurfadilah yang telah viral di media sosial. Berita itu, kata Hatta, terkait prilaku arogansi oknum dr. Rifda Nurfadilah, seorang dokter ASN yang bertugas di UPT Puskesmas Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang, Banten di bertitakan telah meninggalkan pasien yang hendak berobat kepadanya.

Atas perbuatannya itu, menurut Hatta sikap dan prilaku sangat tidak etis dilakukan oleh seorang dokter, telah diadukan oleh keluarga pasien ke Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) sarana yang tersedia di UPT Puskesmas Kecamatan Cimanggu. Hasilnya disimpulkan terbukti laporan Pelapor bahwa ada kelalian dalam sistem layanan dan pelanggaran etika profesi pelayanan, dr. Rifda Nurfadilah tidak terima dan bersikeras bersikap tidak merasa bersalah.

“Saya mewakli organisasi PAPS, kami mengecam keras atas telah terjadinya prilaku oknum dr. Rifda Nurfadilah yang telah meninggalkan pasien yang hendak berobat,” ujar Hatta.

Melalui pemberitaan media JMM News, Hatta berharap kepada Bupati dan Wakil Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pandeglang, dan semua pihak pemangku kepentingan di Kabupaten Pandeglang. Harapan Hatta, jangan hanya tinggal diam dan menganggap masalah ini hanya biasa saja.

“Bagi kami prilaku oknum dr. Rifda Nurfadilah bukan sekedar pelanggaran kode etik profesi dokter, tapi ini tragedi kemanusiaan, seorang dokter meninggalkan pasien yang hendak berobat kepada dirinya, padahal diketahuinya pasien adalah kader penggerak Posyandu yang telah berdedikasi mengabdikan dirinya sejak tahun 1983, pengabdian itu dilakukannya membantu para petugas Puskesmas di Kecamatan Cimanggu,”

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Hatta melanjutkan; “Hal lain yang merupakan urgensi dari pada masalah pelanggaran serius, pasien hendak berobat karena sebelumnya diketahui mengalami kecelakaan di lingkungan Puskesmas Cimanggu, waktu kecelakaan itu sedang turut serta mensukseakan program Puskesmas berupa Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Lain dari itu, pasien tergolong lansia, sudah seharusnya mendapat prioritas pelajanan sebagaimana mestinya,” ungkap Hatta.

Hatta menghimbau kepada jajaran pengurus organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pandeglang supaya segera mengambil sikap tegas terhadap oknum dr. Rifda Nurfadilah.

“Perbuatan dr. Rifda Nurfadilah telah keluar dari ruh profesi kedokteran, prilaku menelantarkan pasien bukan hanya sekedar masalah pelanggaran etika profesi semata, tapi dapat membahayakan terhadap nasib keselamatan pasien. Kami atas nama organisasi PAPS minta supaya dr. Rifda Nurfadilah disanksi berat, dikeluarkan dari keanggotaan IDI,” kata Hatta.

Kemudian Himbauan kepada Bupati, Wakil Bupati,  Kepala BKD dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang, Hatta minta untuk supaya tidak mempekerjakan dr. Rifda Nurfadilah pada intansi kesehatan manapun di Kabupaten Pandeglang.

“Menurut kami dr. Rifda Nurfadilah tepatnya diberikan job pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan risiko nasib keselamatan manusia, kami rasa akan lebih tepat jika dia di tempatkan di Dinas Kehutanan, Kelautan dan Pertanian,” sebut Hatta.

Terakhir, Hatta menegaskan, jika diperlukan PAPS siap menggalang kekuatan massa, menghimpun personal dari berbagai kalangan Ormas, turun lapangan untuk melakukan aksi unjuk rasa, jika kebijakan pemerintah (dalam hal penanganan kasus dr. Rifda Nurfadilah – ed) tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat.

“Jangan sampai pernah ada dan terulang kembali di waktu akan datang, khususnya di wilayah Kabupaten Pandeglang, prilaku arogansi dilakukan oleh pelayanan publik, terlebih oleh tenaga kesehatan (dokter-ed), seperti yang telah dilakukan oleh oknum dr. Rifda Nurfadilah di Puskesmas Cimanggu,” pungkas Hatta.

(Redaksi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *