Pandeglang, JMM News – Festival Kampung Petualangan Buluh 2024 dilaksankan pada (acara puncaknya) hari Sabtu, 13 Juli 2024 di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Banten. Jika dilihat dari beragam kegiatannya adalah sebagai event parade budaya yang berkolaborasi atau perpaduan dari dua macam kebudayaan; (1) kebudayaan masyarakat tradisional; (2) kebudayaan masyarakat kontemporer.
Kebudayaan masyarakat tradisional adalah kebudayaan masyarakat lokal yang masih menjungnjung tatacara kehidupan yang masih relevan dengan warisan para leluhur atau generasi pendahulunya, dengan ciri-ciri gaya hidup masyarakat masih menganut adat kearifan lokal.
Sedangkan kehidupan masyarakat kontemporer adalah kehidupan masyarakat yang sudah mulai meninggalkan cara-cara hidup tradisional dengan caranya yang menyesuaikan gaya hidup dengan perkembangan zaman, menerima dan memanfaatkan kehadiran dan kemajuan teknologi. Kata lain, cara hidup masyarakat kontemporer adalah cara hidup masyarakat kekinian.
Festival Kampung Petualangan Buluh menggelar acara special Festival Kaulinan Kampung adalah lomab tardisional semacam; Jajangkungan, Babatokan, Ngadu panggal, Gatrik, Bebedilan, Bandil, Panco leungeun (panco tangan), Kolecer, Layangan, Balap Karung, Maen Karet, Seblongan (meriam bambu), ngagogo lauk di walungan. Panco wewe (panco kaum permpuan), Jaipongan, Kuliner Kampung, Gelar hasil panen rakyat, Wayang Golek, Senam Sehat, Kemah Budaya, Turnamen Bola Voli.

Pantauan media, acara tampak meriah dan mendapatkan apresiasi dari banyak pihak, terutama dari Pemerintah Desa Cijaralang; Kades Sa’i, Pemerintah Kecamatan Cimanggu; Camat Hj. Encun Sunayah, S.K.M., M.M. Kepolisian Sektor Cimanggu Resort Pandeglang: IPTU Supriadi. Koramil 0115/Cimanggu Kodim 0601 Kabupaten Pandeglang: Danramil Kapten Supandi. Kegiatan Festival Kampung Petualangan Buluh juga diikuti dengan apresiasi dan antusias oleh warga masyarakat umum dari dalam dan luar Kecamatan Cimanggu, kabupaten Pandeglang.
Tampak acara dihadiri oleh perwakilan Kemenparekrap, Cecep Satya, Budayawan Nasional, Dedi Miing Gumer, para tamu undangan dari unsur pemerintahan dan Komunitas masyarakat Parawisata dan Kebudayaan.
(Tim Redaksi)





