Mengatasi Jiwa yang Resah

Saprudin MS

“Was-was berupa sikap keragu-raguan yang melampaui kewajaran adalah Penjakit Jiwa yang ditimbulkan sebab adanya gangguan setan.”

SCHIZOPHERNIA adalah Penyakit pada otak, di mana para ahli jiwa mengobatinya dengan tablet dan suntikan sangat sedikit pasien yang sembuh secara total. Sungguh Allah telah memberikan manfaat yang sangat besar dengan ruqyah bagi mereka yang menderita penyakit ini di mana mereka sembuh seperti semula.

Hyipochondriasis adalah perasaan was-was, cemas dan sedih yang tidak beralasan suatu penyakit yang terkadang di sebabkan oleh jin, karena jin tersebut berusaha memutuskan hubungan hamba dengan penciptanya, dia memulai dari wudhu lalu melangkah menanamkan keraguan kepada manusia dalam masalah aqidah.

Wasa-was dalam pemimiran. Cara penyembuhannya dengan berdzikir kepada Allah dan tidak menghiraukan was-was tersebut bahkan harus menentangnya, lalu berlindung kepada Allah dari setan sambil meniup kesebelah kiri, serta menyibukkan dirinya dan pikiran dengan berdzikir kepada Allah, berbuat yang bermanfaat berkumpul bersama teman dan bersilaturahmi.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Was-was dalam psdasaa yang dalam bahasa
psikolog dksebut Obsessive Compulsive. Penyakit ini lebih berbahaya dari was-was dalam pikiran, di mana seseorang merasakan sakit yang tidak tertentu pada bagian tubuhnya.

Mengobatinya dengan tindakan yang nyata harus banyak beraktifitas menghilangkan kemalasan dengan mengunjungi kerabat, berkumpul bersama teman-teman, silaturahmi, mandi dengan air yang dingin untuk mengaktifkan peredaran darah, berolah raga, melakukan perjalanan/traveling/touring adalah upaya untuk membangkitkan semangat optimisme, senyum di hadapan saudara semuslim dan rela dengan segala qadar Allah atas dirinya. Maka dia seperti berjihad di jalan Allah.

Allah berfirman : “Dan ingatlah akan hamba kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.” (QS. Shaad : 41)

Allah tidak memerintahkan berdzikirlah kepada Allah untuk mengusir setan tersebut, sebab dia sedang dklanda perasaan was-was yang bersifat nyata maka cara penanggulangannya harus bersifat nyata pula.

Bahkan Allah menegaskan dalam firmanNya: “Hentakkanlah kakimu, inilah air yang sejuk untuk mandi dan minum.” (QS, Shaad : 42)

Ruqyah ubun-ubun, Allah SWT berfirman:
Nashiyatin kaadzibatin khoothiah.”
Ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka,” (QS. Al – ‘Alaq : 16)

Meyakinkan kita bahwasannya lapisan otak yang letaknya tepat di belakang kening yang secara otomatis ia berada di bawah ubun-ubun adalah bagian otak yang bertanggung jawab terhadap kedustaan.

Mata melihat melalui bagian otak itu, telinga mendengar juga melalui bagian itu, dan bagian otak yang dimaksud juga menjadi pusat kendali untuk memutuskan suatu pekerjaan apapun. Apabila lapisan ini terputus dari otak, maka si pemilik otak akan kehilangan kontrolnya sendiri. Ia tidak bisa memerintahkan dirinya duduk-dudul..! Berdiri-berdiri..! Melangkah…! ia akan kehilangan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri.

Karena itu ubun-ubun yang menjadi pusat kendali seluruh perilaku manusia, baik dewasa, lansia, maupun yang masih balita, pegang ubun-ubunnya sambil dibacakan ayat-ayat ruqyah atau baca sholawat : “Allahumma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Aalihi Wa Shohbihi Wasallim.” ditiup dan dibelai dengan harapan agar tingkahnya yang sangat aktif dapat terkontrol dengan baik. [*]

_____________________

Sumber: WAG. Dakwah Islam dan Kesehatan. Artikel Sudjana. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *