Kemenparekrap RI Mendukung Festival Kampung Petualangan Buluh

JMM, Pandeglang – Kementerian Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkrap) RI menyambut baik dan mendukung  kegiatan Festival Kampung Petualangan Buluh, di Desa Cijaralang, Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, Sabtu (16/12/2023).

Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Cecep Satia yang diutus sebagai perwakilan dari Direktorat Event Daerah Kemenparkrap RI. Pernyataan dukungan itu secara terbuka disampaikan Cecep dalam pidato sambutan pada malam puncak Festival, pada Sabtu malam Minggu.

“Kemenparekraf sangat mengapresiasi kegiatan Festival Kampung Petualangan Buluh ini sebagai ajang poromosi dan informasi kearifan budaya lokal Buluh,” kata Cecep diiringi suara gemuruh tepuk tangan warga masyarakat peserta festival dan masyarakat umum penonton pertunjukan hiburan kebudayaan Wayang Golek.


Lebih lanjut Cecep mengatakan, bahwa Kemenparkrap menerima laporan dan mengakomodir setiap laporan kegiatan festival daerah dari seluruh Indonesia dan bagi yang memenuhi kriterianya akan dimasukan ke daptar event di kementrian setelah sekurangnya 3 kali penyelenggaraan festival.

“Kemenparekraf menerima laporan dan memasukan ke daftar di kementerian setelah dilaksanakan 3 kali festival,” terangnya.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Kepada wartawan, Cecep Satia mengatakan bahwa setelah pihaknya (pihak Kemenparekraf) mencermati Festival Kampung Petualangan Buluh memiliki ciri yang unik mengenai lokasi kampung, kebudayaan tradisional rangkong dan sistem pertanian tradisional yang masih menjalankan tradisi warisan leluhur dengan prosesi Pungpuhunan pada kegiatan Ngaseuk Huma (gerakan tanam ladang), kultur budaya yang tampak kental dengan prinsip kebersamaan, gotong royong. Juga ada kegiatan UMKM tumbuh dan berkembang.

“Ini acara sangat unik dan kami rasa memenuhi kriteria festival yang didaftar ke Kenparekrap RI, kami melihat lingkungannya masih asli, kebersamaan antar warga masyarakat bergotong royong, keterlibatan para pemuda dan perempuan (ibu-ibu/ema-ema), seperti semuanya mengambil peran penting sesuai kapasitas kemampuan dirinya. Keberadaan para pedagang juga cukup bagus dalam menumbuh-kembangkan UMKM,” sebut Cecep.


Disampikan informasi oleh wartawan kepada Cecep, kebudayaan Rangkong Kampung Buluh pernah dipertunjukan  pada event internasional sebagai duta Parawisata di Negara Jepang pada masa pemerintahan Orde Baru. Cecep mengaku dari Kemenparkrap sama sekali belum mengetahui hal itu.

“Wah informasi yang bagus ini, tapi justru kami baru mendengarnya, saya yakin di Kemenparkrap rekan-rekan juga saat ini masih belum tahu hal itu,” kata Cecep Satia, utusan dari Direktorat Event Daerah Kemenparkrap RI. (Red.01)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *