Istikamah atau istiqamah dalam terminologi Islam adalah hal berpendirian kuat atau teguh pendirian. Alif merupakan contoh dari nama yang istiqamah. Jadi bisa di simpulkan istiqama, yastaqimu, istiqamah yang berarti tegak lurus. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), istikamah berarti sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.
Adapun menurut istilah, istikamah adalah tetap dalam pendirian, yaitu ketetapan hati untuk selalu melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang baik atau berketetapan hati, tekun, dan terus-menerus menggiatkan usahanya untuk mencapai cita-citanya. Dalam Islam, istikamah secara spesifik adalah sebuah komitmen dan konsisten dalam tauhid, ibadah, dan akhlak.
Istkamah adalah cara kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk terus menjadi lebih baik dan ada di jalanNya, serta tidak mudah goyah meskipun ujian datang menghampirinya tapi tetap teguh dalam keputusan tersebut.
Berada dalam jalan yang lurus dan tidak mudah berpaling ke sebelah kiri maupun kanan, sehingga ini mencakup semua bentuk keta’atan kepada Allah SWT, memiliki keyakinan yang kuat, baik lahir maupun batin dan meninggalkan semua bentuk larangannya.
Orang-orang Muslim meyakini,“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka istikamah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Syurga yang telah di janjikan Allah kepadamu.” (Q.S.Fushilat : 30).
Menurut Tafsir Aitsar, yang dimaksud istikamah ialah mereka yang betul-betul yakin dengan kebenaran Islam, dengan tidak menukarnya dengan kepercaya’an lain, serta tetap konsisten menjalankan ibadah dan menjauhi kemungkaran, maka malaikat akan turun kepadanya dua kali.
Pertama, ketika hendak menghembuskan nafas terakhir.
Kedua, ketika bangkit dari kubur menuju Akhirat. “Malaikat itu berkata, kami akan temani kamu, hingga berakhir ke Syurga, seperti yang telah dijanjikan Allah.” (jilid 4 :57)
Diperkuat oleh hadis, seorang sahabat bertanya: “Ya Rasul tolong ajarkan sesuatu kepadaku yang paling penting dalam islam, dan saya tidak akan bertanya lagi kepada siapapun.”
Nabi menjawab, “Katakanlah Aku telah berfirman kepada Allah, kemudian istiqomah (konsisten menjalankan perintah,dan menjauhi larangan).” (HR. Tirmidzi).
Artikel dipetik dari banyak sumber islami.





