PRC Tumbuh Dari Akar Rumput Tradisi dan Budaya Lokal, Membentuk Cikal Bakal Pradaban Manusia

Oleh: Saprudin MS

Event Pesta Rakyat Cibaliung (PRC) sesuatu peristiwa yang unik. Merupakan perhelatan rakyat/masyarakat Cibaliung yang rutin dalam rangka memperingati dan memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI). Terselenggaranya secara automatis pada setiap tahunnya atas kerja sama seluruh elemen dan komponen masyarakat Cibaliung tanpa kecuali.

Masyarakat Cibaliung bersatu, bahu membahu dalam persiapannya. Para PNS dan ASN, anggota Polri dan TNI, para Kepala Desa dan Perangkat Desa, bahkan masyarakat umum (warga Kecamatan Cibaliung) tampak  memiliki peranan masing-masing untuk mensukseskan PRC. Kegiatan lokal berstarap event nasional, kali ini diberi nama “Perhelatan Akbar PRC Reborn 2023” yang secara struktural di bawah tanggung jawab Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Cibaliung.

Menurut penulis ada hal yang unik dan menarik untuk ditelisik, seperti ada sesuatu hal yang langka dan tidak lazim terjadi dalam penyelenggaraan event atau acara-acara lain yang setarap dengan kegiatan PRC. Mencatat tiga hal: (1) PRC memiliki agenda kegiatan yang panjang, dibuka pada tanggal 19 Juli dan akan berakhir pada 19 Agustus; (2) PRC tidak memiliki sumber dana yang baku, padahal jika diekstimasi dengan cermat akan menghabiskan dana yang tidak sedikit, diperkirakan kebutuhan dana pokoknya untuk kegiatan yang dikelola antara Rp.500.000.000,- Rp.600.000.000,- (Lima ratus juta sampai Enam ratus juta); (3) kegiatan PRC tumbuh dari keinginan warga masyarakat Cibaliung, sehingga dapat disimpulkan kegiatan PRC sebagai representasi dari kearifan lokal tradisi dan budaya masyarakat Cibaliung secara komprehenshif.

Secara Konmprehensif  mengandung arti luas dan menyeluruh meliputi banyak hal, terutama berkenaan dengan tradisi dan budaya masyarakat Cibaliung pada umumnya.

Bacaan Lainnya
banner 728x90

Sejauh pengamatan penulis, kegiatan tahunan PRC telah menimbulkan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, walaupun bersipat temporer, sementara waktu, musiman. Membangkitkan semangat kebudayaan yang tercermin dalam semangat sportivitas beragam jenis lomba. Hal lain dan belum pernah terjada pada waktu sebelumnya, adanya propaganda “Jangan sembarangan buang sampah”. Propagandapun dibuat sedemikian menarik seiring dengan perkembangan zaman moden, melalui twebbon dan media sosial (Medsos).

Antusias masyarakat Cibaliung pada umumnya juga tercermin dalam kekompakan mengambil peran masing-masing sesuai dengan kapasitas dan kemampuan dirinya. Ada bidang keamana, kebersihan, pemantau, ada juga yang menamakan kelompoknya relawan pemuda pemudi Cibaliung, semua itu sebagai upaya untuk mensukseskan acara PRC Reborn 2023, tentu menjadi sesuatu hal yang luar biasa.

Dapat disimpulkan, perhelatan Pesta Rakyat Cibaliung bersipat swadaya masyarakat, telah tumbuh dari akar rumput kearifan lokal tradisional dan budaya masyarakat Cibaliung, membentuk karakter dan peradaban manusia modern, sekarang dan akan datang.**

Pos terkait